Kamis, 15 Maret 2012

Seorang Manajer idola menceritakan kisah yang dialaminya dengan ‘Sasaeng Fans’

Masalah sasaeng Fans dalam minggu ini terus menjadi topik hangat setelah kontroversi terbaru yang melibatkan JYJ.
Seorang manajer yang sudah bekerja untuk idola terkenal selama 10 tahun terakhir baru-baru ini bertemu dengan wartawan untuk mengungkapkan pengalamannya sendiri berurusan dengan  sasaeng Fans selama karirnya.

Dia mengungkapkan, “Saya bahkan tidak ingin membayangkannya. Ketika saya bangun dan membuka pintu, ada air seni dan kotoran di lantai, seolah-olah mereka menandai wilayah mereka … Pagi hari seharusnya menjadi awal yang baik dan segar, namun pikiran saya dipagi hari harus dimulai dengan urin dan feses. Saya memulai hari dengan stres. “
“ sasaeng Fans yang mengikuti kami di dalam taksi dapat dianggap sesuatu yang ringan karena bahkan beberapa dari mereka menerobos ke asrama dan mencuri semua makanan. Bahkan jika kita mengubah nomor,  entah bagaimana mereka bisa menemukan itu … mereka telah pada tingkat 007. “
Ketika ditanya apakah dia pernah memukul seorang  sasaeng Fans, dia menjawab,
“Jujur, ketika di masa lalu. Setelah jadwal selesai, ratusan kawanan penggemar masuk, Salah satu member bahkan rambutnya ditarik. Saya harus memblokir member sebelum kecelakaan lebih besar terjadi. 
Aku tak punya pilihan selain menggunakan kekerasan. Sekarang, ada banyak para pengamat dan penggemar yang menggunakan kamera sehingga kalian tidak bisa melakukan itu lagi. Aku pernah mengancam dengan menggunakan semprotan serangga dan bahkan bersumpah, tapi itu semua tidak ada gunanya. “
Bagaimana para penggemar yang merasa diserang? Dia menjelaskan,
“Fans benar-benar merasa bangga tentang itu, karena saya telah melihat beberapa orang mengatakan,” Saya bahkan mengenai manajer oppa kita. “Aku tahu itu tidak semua dari mereka yang berpikir seperti ini, tapi mereka memang ada. 
 sasaeng Fans berpikir bahwa kekerasan dan serangan verbal adalah cara untuk bisa semakin dekat dengan idola favorit mereka. Dengan demikian, tidak ada gunanya menggunakan metode tersebut pada mereka. “
Ia melanjutkan, “Ada banyak remaja perempuan yang menjadi  sasaeng Fans. Ketika idola telah keluar setelah menyelesaikan jadwal mereka, mereka akan berkerumun di dekat idola tersebut dan mulai menyentuh bagian pribadi mereka. Mereka masih sangat muda namun mereka sudah menyerang orang secara seksual. Dari perspektif member idola, hal itu mengerikan. “
“Dulu, saya memberi pengajaran kepada para  sasaeng Fans yang datang ke asrama. Karena mereka tidak mau mendengarkan hal yang saya katakan, saya mengatakan kepada mereka untuk membawa orang tua mereka. 
Mereka pasti merasa marah karena ketika mereka membawa orangtua mereka, mereka menuduh saya adalah seorang pemabuk yang menyerang seorang  siswa yang tidak bersalah. 
Tentu saja, di mata orang tua, mereka akan menjadi anak perempuan yang berbeda. Saya melaporkan ke polisi dan memasukkan ke dalam keadaan dimana korban benar-benar menjadi penyerang. “
Pada saat ini kontroversi seputar JYJ dan sasaeng fans, ia berkata, “Tidak ada alasan untuk menggunakan kekerasan, tetapi sebagai seseorang yang sudah dalam situasi yang sama, saya bisa mengerti apa yang harus dipikirkan. 
Berurusan dengan air seni dan kotoran di pagi hari, menerima teks kebencian, panggilan penguntit … Idola  juga harus menderita di salon dan acara.  

Penutup wawancara, dia menyatakan, ” Sasaeng fans berubah seiring dengan waktu. Keberadaan mereka sekarang seperti sebuah geng  yang mentransfer informasi dari satu ke yang lain. 
Ada beberapa yang bahkan memperdagangkan uang untuk mendapatkan informasi. Manajer tidak bisa melakukan cara seperti di masa lalu di mana mereka menggunakan kekerasan. Selebriti adalah selebriti, tetapi manajer juga yang mati di sini. “

Source : allkpop
indotrans : kidihae@Koreanindo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar